|
|
| BERITA |
|
| ::
Berita |
|
| :: Opini |
|
| :: Wawancara |
|
| |
|
| :: HARI NUSANTARA
|
|
| |
|
| :: Wisata Bahari |
|
| :: Industri Maritim |
|
| |
|
| :: Berita Kapal |
|
| :: Jadwal Pelayaran |
|
| :: Berita Pelabuhan |
|
| |
|
| :: Nelayan |
|
| :: Lepas Pantai |
|
| :: Pulau Terdepan |
|
| :: Potensi |
|
| :: Lingkungan |
|
| |
|
| :: Pendidikan |
|
| :: Kebijakan |
|
| :: DEKIN |
|
| :: DKP |
|
| :: |
|
| |
| |
| |
|
|
Indonesia Bagian Timur
Transportasi Laut Memprihatinkan
TERNATE 13/11/07: Kondisi transportasi laut yang menjadi
andalan utama masyarakat Maluku Utara, Papua, dan Sulawesi
memprihatinkan. Kondisi kapal tidak memadai dari sisi jumlah, daya
angkut, keamanan, kenyamanan, dan kapasitas dermaga. Hal itu menghambat
mobilitas manusia sehingga pergerakan ekonomi masyarakat menjadi lamban.
Pemantauan Kompas di sejumlah daerah di Provinsi Maluku Utara, Papua,
dan Sulawesi Tengah, Senin (12/11), menunjukkan tidak efisiensinya
perjalanan masyarakat di wilayah itu, dari sisi waktu dan biaya.
Penduduk di Pulau Makian dan Kayoa yang akan ke Pulau Bacan atau Obi,
Maluku Utara, misalnya, harus pergi ke Ternate dulu. Akibatnya, jarak
Makian dan Kayoa ke Bacan atau Obi yang hanya perlu waktu sekitar 3-5
jam, harus ditempuh sekitar 24 jam. Kapal yang langsung hanya ada
seminggu sekali, tutur Adam (31), warga Kayoa.
Kondisi lebih sulit dirasakan penduduk Morotai, khususnya Morotai Jaya
di utara pulau. Masyarakat mengandalkan kapal layar motor untuk belanja
di Tobelo, ibu kota Halmahera Utara. Transportasi ke Tobelo lebih mudah
dibandingkan jalan darat ke Daruba di Morotai Selatan.
Jika ada keperluan mendesak, tutur warga Daruba, Abdul Halil, masyarakat
harus menyewa speedboat. Sewa dari Morotai Jaya ke Tobelo mencapai Rp 2
juta karena dihitung pulang pergi, dari Daruba ke Tobelo sekitar Rp 1
juta. Padahal harga tiket kapal layar motor dari Morotai Jaya ke Tobelo
hanya Rp 50.000.
Namun, kapal penumpang dari Morotai Jaya ke Tobelo itu selalu dipadati
penumpang. Nyaris tidak tersisa ruang untuk berbaring, penumpang hanya
bisa duduk berdempetan. Tidak tampak pelampung di kapal itu.
Pada bulan November-Desember, perjalanan laut sangat mengkhawatirkan
karena tinggi gelombang laut bisa satu meter di atas dek kapal.
Husen Ibrahim, Kepala Bidang Fisik dan Prasarana, Badan Perencanaan
Pembangunan Daerah Maluku Utara, mengatakan, pemerintah berusaha
menambah pelabuhan penyeberangan antarpulau. Selain yang sudah ada
seperti di Ternate, Tidore, Sidangoli, Sofifi, Tobelo, Labuha, Daruba,
Subaim, dan Kepulauan Batang Dua, juga akan dibangun pelabuhan di Saketa,
Pulau Mangole, Pulau Taliabu, Sanana.
Perjalanan dengan kapal juga tidak nyaman. Warga Biak, Kabupaten
Biak-Numfor, Alexander Kirihio, mengeluhkan fasilitas air bersih di
kapal perintis maupun kapal motor penumpang.
"Penumpang melakukan perjalanan belasan jam tanpa ke kamar mandi, karena
WC macet dan air tidak ada," kata Kirihio, menuturkan kondisi pelayaran
di kawasan pantai utara Papua.
Hal serupa dikeluhkan Johnson Ohoiwirin, warga Agats, Kabupaten Asmat.
Penumpang kapal motor sekelas KM Kilimutu harus menyewa kasur, karena
tempat tidur di dek tidak berkasur.
Minimnya sarana transportasi laut di perairan Sulawesi Tengah
mengakibatkan perekonomian masyarakat mandek. Hal itu dikatakan Achmad
Buluan, pengusaha di Banggai Kepulauan.
Bun Go (48), pengusaha dan pengamat maritim di Bangkep, mengatakan,
kendala transportasi menyebabkan sebagian besar hasil laut Bangkep sulit
dipasarkan ke daerah lain oleh nelayan maupun pengusaha di Bangkep.
Hasil laut akhirnya dikuasai para tengkulak dari provinsi lain yang
membeli ikan dari nelayan di tengah laut. Akibatnya, harga ikan kerapu
segar yang mestinya Rp 20.000 per kilogram, terpaksa dilepas separuh
harga. (Sumber: Kompas 13/11/2007) ►bmi |
|
Transportasi Laut Memprihatinkan
Telkom Bangun Infrastruktur di Pulau
Terluar
Nelayan Bintan Diusir Patroli
Singapura
Tarif Jasa Kapal Naik
Palka Kapal Ikan Perlu Perbaikan
Perlu Revitalisasi Pelabuhan
Wapres: 2009, Pelabuhan Harus Bebas Kongesti
Gandakan Kapasitas Pelabuhan
Pelabuhan Khusus Kendaraan
Miliki Rumput Laut Langka di Dunia
|
|