|
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Ketua Gappindo Palka Kapal Ikan Perlu PerbaikanBISNIS 29/10/07: Lebih dari separuh armada kapal nasional perlu perbaikan palka untuk mengoptimalkan penanganan hasil tangkapan sehingga menekan potensi kehilangan nilai ekonomis yang kini mencapai rata-rata 40%. Fasilitas palka kapal yang tidak optimal menyebabkan kualitas ikan tangkapan menurun sehingga tidak layak jual dengan harga tinggi. Ketua Gabungan Perusahaan Perikanan Indonesia (Gappindo) Herwindo mengungkapkan armada kapal nasional yang tidak sesuai standar penangkapan ikan itu juga yang menyebabkan kinerja perikanan tangkap kalah dengan negara pesaing, Thailand. "Armada Thailand itu banyak dan besar-besar. Sementara yang kita punya armada semut yang hampir separuh punya fasilitas handling yang tidak optimal sehingga potensial lost masih sekitar 40%," katanya akhir pekan lalu. Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi mengakui sektor perikanan nasional sudah tertinggal jauh dengan Thailand. Dibandingkan dengan realisasi ekspor ke satu kawasan saja, nilai perdagangan negara itu mencapai dua kali lipat lebih dari Indonesia. Padahal, lanjutnya, Negeri Gajah Putih itu tidak memiliki perairan seluas Indonesia. Untuk itu, tegasnya, revitalisasi perikanan tangkap perlu dilanjutkan, termasuk dengan merevitalisasi armada nasional. Singgih Wibowo, Peneliti Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan DKP, mengatakan program palkanisasi perlu direalisasikan untuk memperbaiki kualitas penanganan hasil tangkapan. "Mulai tahun depan, program palkanisasi akan dimulai lagi. Jadi kapal-kapal itu memiliki fasilitas yang memadai untuk menjaga kualitas ikan." Dia mencontohkan kapal-kapal penangkap ikan yang tidak berpalka optimal tidak mampu menjaga kualitas ikan sehingga hasil tangkapan hanya laku sekitar Rp5.000 per kg. Padahal dengan penanganan yang baik, ikan tangkapan pada saat didaratkan masih berkualitas A atau B dengan harga jual rata-rata Rp20.000 per kg. (Oleh Aprika R. Hernanda, Bisnis Indonesia 29/10/2007). ►bmi |
Palka Kapal Ikan Perlu Perbaikan
Wapres: 2009, Pelabuhan Harus Bebas Kongesti
Miliki Rumput Laut Langka di Dunia
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||