|
|
| BERITA |
|
| ::
Berita |
|
| :: Opini |
|
| :: Wawancara |
|
| |
|
| :: HARI NUSANTARA
|
|
| |
|
| :: Wisata Bahari |
|
| :: Industri Maritim |
|
| |
|
| :: Berita Kapal |
|
| :: Jadwal Pelayaran |
|
| :: Berita Pelabuhan |
|
| |
|
| :: Nelayan |
|
| :: Lepas Pantai |
|
| :: Pulau Terdepan |
|
| :: Potensi |
|
| :: Lingkungan |
|
| |
|
| :: Pendidikan |
|
| :: Kebijakan |
|
| :: DEKIN |
|
| :: DKP |
|
| :: |
|
| |
| |
| |
|
|
Wapres Jusuf Kalla
2009, Pelabuhan Harus Bebas Kongesti
SURABAYA BISNIS 29/10/07: Wakil Presiden Jusuf Kalla secara tegas
meminta para pengelola pelabuhan di Indonesia untuk mempercepat
pengembangan fasilitas agar tidak terjadi kongesti, seiring terus
meningkatnya arus kapal dan barang.
"Secara teknis tolong disiapkan, pokoknya pada 2009 jangan sampai
terjadi kongesti pelabuhan," tegas Wapres dalam rapat koordinasi dengan
instansi kepelabuhanan di lingkungan Tanjung Perak, Surabaya, kemarin.
Khusus untuk Tanjung Perak, dia mendesak para direksi PT Pelabuhan
Indonesia (Pelindo) III segera melakukan revitalisasi Dermaga Jamrud
serta perluasan terminal peti kemas.
Dilihat dari perkembangan arus barang, kapasitas maksimum Terminal
Petikemas Surabaya (TPS) sebesar 2,4 juta twenty-foot equlivalent units
(TEUs) akan penuh 2009.
Pernyataan Wapres tersebut sekaligus mengkritisi sejumlah program jangka
panjang yang dipaparkan Dirut Pelindo III Supuhat yang dinilai
membutuhkan waktu lama, berorientasi proyek, dan tidak efisien.
"Pelindo jangan berorientasi proyek. Ini kebutuhan jangka pendek.
Lakukan saja perubahan signifikan di dermaga Jamrud dengan membongkar
gudang-gudang yang ada, dan dialihfungsikan sebagai fasilitas peti kemas.
Soal bongkar gudang tidak perlu biaya, kasihkan saja ke orang-orang
Madura, sudah beres. Ini lebih realistis untuk mengantisipasi kongesti
pada 2009, Jika Jamrud direvitalisasi, bisa untuk pelayanan hingga
2017," katanya.
Dalam kunjungan ke Surabaya, Wapres didampingi Kepala Badan Perencanaan
Pembangunan Nasional Paskah Suzetta, Gubernur Jatim Imam Utomo, dan
pejabat lainnya. Sebelumnya Wapres melakukan kunjungan ke sejumlah
pondok pesantren di Jombang.
"Lakukan dulu langkah jangka pendek untuk mengantisipasi kemungkinan
kongesti pada 2009, sambil menunggu pembangunan pelabuhan baru di Madura,
setelah selesainya jembatan Suramadu sekitar akhir 2008. Tidak usah
terlalu bergantung pada hasil studi orang asing. Di sini banyak insinyur
yang pintar, berdayakan mereka secara cepat," tandas Kalla.
Tidak layak lagi
Wapres juga membahas rencana pengembangan alur pelayaran di Selat Madura
yang dinilai tidak layak lagi dibandingkan dengan arus kapal. Dalam
kaitan ini, pemerintah akan menganggarkan sedikitnya US$60 juta atau
sekitar Rp600 miliar untuk revitalisasi alur laut.
Dana rencana proyek pengembangan alur itu akan dianggarkan dalam APBN
2008.
"Dengan pengembangan ini, yakni memperdalam dan diperlebar alur dari 100
meter menjadi 200 meter, diharapkan bisa menjadikan kapasitas lalu
lintas di Selat Madura two way traffic [dua alur pelayaran] dari
sebelumnya hanya satu," kata Suprihat.
Dalam paparan Suprihat, Pelindo III berencana melakukan pengembangan
pelabuhan ke Madura.
Saat ini telah disiapkan dua lokasi di wilayah Kab Bangkalan, yakni di
Kecamatan Socah dan di Tanjung Bulu Pandan, Kecamatan Arosbaya. (Bisnis
Indonesia 29/10/2007). ►bmi |
|
Wapres: 2009, Pelabuhan Harus Bebas Kongesti
Gandakan Kapasitas Pelabuhan
Pelabuhan Khusus Kendaraan
Miliki Rumput Laut Langka di Dunia
|
|