Beranda Search Tokoh Indonesia CEO Link About Us Redaksi
           
 
B M I
:: Berita
:: Opini
:: Wawancara
 
:: Wisata Bahari
:: Industri Maritim
 
:: Berita Kapal
:: Jadwal Pelayaran
:: Berita Pelabuhan
 
:: Nelayan
:: Lepas Pantai
:: Pulau Terdepan
:: Potensi
 
:: Pendidikan
:: Kebijakan
:: Dekin
:: Press Release
 
 
 

 

 

 

Nusa Penida

Miliki Rumput Laut Langka di Dunia


Nusa Penida 24/10/07: Nusa Penida, sebuah pulau kecil yang terletak sekitar sepuluh mil laut tenggara Bali, wilayah pantainya tercatat sebagai "museum" rumput laut langka di dunia.

Rumput laut jenis spinosum, merupakan species tumbuhan perairan langka, yang di Indonesia hanya terdapat di kawasan pantai Nusa Penida, ungkap beberapa petani rumput laut di Pantai Toya Pakeh, Nusa Penida, Rabu.

Menurut petani, sejumlah peneliti baik dari IPB Bogor maupun Fakultas Pertanian Universitas Udayana (Unud), bahkan dari luar negeri, acap kali menyebutkan kalau spinosum merupakan species langka.

Para peneliti juga sering mengaku bersyukur species langka itu masih bisa tumbuh subur di kawasan pantai Nusa Penida yang tergolong belum banyak "di lanyah" pendatang atau kepentingan wisatawan.

Berbeda dengan kawasan pantai Pulau Dewata yang sengaja "dijual" untuk para wisatawan, nyaris tidak ada lagi yang "perawan", apalagi dengan rimbunnya rumput laut.

I Putu Balon (36), petani rumput laut yang juga pemilik perahu motor sewaan, mengatakan, sesuai yang diinformasikan para peneliti, di kawasan pantai Nusa Penida selama ini ditumbuhi rumput laut dalam dua jenis, yakni spinosum dan katoni.

"Semula, sebelum para petani tahu kalau itu rumput laut langka, nyaris tak orang ada yang menggubris jenis spinosum," ucapnya.

Namun kini, lanjut Balon, sebagian besar petani mulai memalingkan perhatiannya untuk membudidayakan spinosum, terlebih setelah harganya jauh lebih baik ketimbang jenis katoni.

Iwan Dewantara, peneliti masalah kelautan pada WWF Bali menyebutkan, dulu, petani rumput laut di Nusa Penida menjadikan katoni sebagai primadona, baik karena harganya masih cukup bagus di pasaran, maupun keberadaan species tersebut yang cukup banyak di perairan.

Namun belakangan, setelah jenis katoni mendapat saingan yang cukup ketat dari barang sejenis yang datang dari Sulawesi Tenggara, dengan sendirinya jenis ini menjadi anjlok harganya di pasaran Surabaya, Jawa Timur.

"Selama ini petani Nusa Penida ngirim barang ke Surabaya," katanya menjelaskan.(Antara)

 
 
:: Berita Maritim

 

Gandakan Kapasitas Pelabuhan
 

Pelabuhan Khusus Kendaraan

 

Miliki Rumput Laut Langka di Dunia

 

Hari Nusantara 2007 di Jakarta

 

50 Tahun Deklarasi Djoeanda

 

Pembangunan Berorientasi Laut

 

Pelayaran Nasional Didominasi Asing

 

Pusat Riset Maritim

 

Dewan Kelautan Indonesia

 

Laut Masa Depan